MUARA BUNGO– Puluhan Emak-emak Dusun Manggis, Kecamatan Bhatin III mendatangi kantor PLN area Bungo, Senin (15/2/2021) pagi.
Mereka menuntut agar jalur listrik di dusun mereka dipindahkan masuk ke dalam area kota. Sebab hampir tiga tahun aliran listrik di daerahnya sehari empat sampai lima.
Pantauan di lapangan, para emak emak tersebut sambil berteriak-teriak membawa sepanduk yang berisikan tuntutan jalur listrik wilayah mereka di pindahkan ke rayon kota agar tidak mati lampu.
Hasana, salah satu emak emak mengatakan pemadaman lampu sering terjadi di daerah mereka. Bahkan dalam sehari bisa tiga sampai empat kali. Kondisi ini sudah berjalan selama tiga tahun,” katanya.
Koordinator massa, Edi mengatakan pihaknya baru saja melakukan mediasi dengan pihak PLN. Ada dua poin yang di sepakati. Yaitu pemindahan jalur di Dusun Manggis yang sebelumnya rayon Rimbo Bujang menjadi jalur Kota Bungo dalam tempo dua hari. Lalu jadwal pemadaman akan diperluas lagi.
“Apabila kesepakatan ini tidak ditepati maka para pendemo akan mengerahkan massa lebih banyak lagi hinggah ratusan orang. Ini baru seperempatnya,” kata Edi.
Sementara itu Maneger unit pelayanan pelanggan (UPL) PLN area Bungo, Akbar Manadona mengatakan dalam mediasi antara warga dan PLN, ada tiga permintaan dari warga. Yang pertama adalah pemindahan jalur kelistrikan supaya lebih andal. Yang kedua adalah informasi berapa banyak subsidi listrik ke warga, dan yang ketiga adalah info pemadaman.
“Permintaan pertama dan kedua kita upayakan menyanggupi. Terkait pemindahan kami akan jawab dalam waktu dua hari. Karena ada unsur teknis yang harus kami kaji dulu. Kemudian yang ketiga aoal pemadaman, kami sudah menyampaikan informasi ke warga. Tapi belum sampai ke emak emak yang datang pada hari ini,” kata Akbar.
Kemudian, lanjut Akbar, terkait subsidi bukan ranah pihaknya. Sehingga tidak bisa memberikan data yang diminta para pendemo. ” Soal besaran subsidi ini mungkin bisa disampaikan kepada pihak yang berkompeten menyampaikan data-data mengenai subsidi listrik,”jelasnya.
Selanjutnya, soal pemadaman, menurut Akbar disebabkan oleh adanya tanaman tumbuh di jaringan listrik PLN. “Kalau tidak dipadamkan petugas kami akan tersengat listrik,”katanya. (*/cr1)